Saat mendengar K3, apa yang langsung terlintas di pikiran kamu?
Helm?
Rompi oranye? atau,
Tanda Bahaya?
Wajar kalau itu yang kebayang, memang itu yang sering nampak terlihat. Tapi sebenarnya K3 bukan cuma soal atribut. K3 adalah tentang kesadaran dan kepedulian, bukan sekedar formalitas atau syarat audit.
K3 bukan urusan sampingan, bukan pelengkap pekerjaan. K3 harus dipikirkan justru pertama kali sebelum memulai pekerjaan. Sehebat apa pun pekerjaan, akan terhenti di tengah jalan jika tanpa keselamatan. K3 adalah tanggung jawab bersama.
Membahas tentang K3, erat kaitannya dengan bahaya dan risiko.
Bahaya adalah segala hal yang berpotensi menyebabkan kerugian-baik secara fisik maupun non-fisik.
Risiko adalah kombinasi antara kemungkinan terjadinya paparan bahaya dan tingkat keparahan jika terpapar bahaya.
Secara sederhana, K3 adalah mengenali bahaya, mengendalikan risiko untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan kondisi tidak diinginkan lainnya.
Penyebab langsung kecelakaan kerja umum terbagi jadi 2 yaitu : tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman.
Tindakan tidak aman contohnya: Tidak memakai APD, mengambil jalan pintas, dan sebagainya
Kondisi tidak aman contohnya: Tidak ada prosedur kerja, lantai licin akibat tumpahan air/oli,mesin tidak memiliki pelindung dan sebagainya.
-- Bersambung---
itu adalah penggalan cerita dari e-book yang sedang saya susun. kita lanjutkan lain kali ya...
Terima kasih sudah mampir.
Salam,
Tomo.U

Komentar
Posting Komentar