Ada fase dalam hidup dimana kita dihadapkan pada pilihan yang tidak sepenuhnya kita sukai. Bukan karena pilihannya buruk. Bukan juga karena kita tidak mampu berpikir. Tapi karena semua opsi yang ada... sama sama menyimpan konsekuensi. Di satu sisi, ada nilai yang kita pegang. Prinsip yang selama ini kita yakini sebagai kompas hidup. Sesuatu yang membuat kita merasa "utuh" sebagai diri sendiri. Di sisi lain, ada realita. Tanggung Jawab. Kebutuhan orang-orang yang kita sayangi. ------------------------ Seringkali orang lain hanya melihat hasil akhirnya. Mereka melihat kita mengambil keputusan, lalu Berasumsi semuanya baik-baik saja. Padahal yang tidak terlihat adalah proses di dalam kepala : hitungan demi hitungan, pertimbangan demi pertimbangan, dan dialog batin yang tidak pernah benar-benar berhenti. "Apakah ini pilihan yang benar ?" "Apakah aku mengkhianati Prinsipku sendiri ?" "Apakah aku terlalu memaksakan diri ?" Pertanyaan-pertanyaan semacam...
Blog ini adalah ruang tulisan Tomo.U — dari fiksi ringan, refleksi harian, sampai catatan keselamatan kerja dalam bahasa yang akrab. Santai dibaca, tapi semoga bermakna.