Di banyak tempat kerja, terutama yang penuh risiko fisik, ada satu kalimat yang sering terdengar: "Yaa... Namanya juga kerja ya begini, pasti ada risikonya!” Kalimat ini terdengar sederhana, tapi bisa sangat berbahaya. Ia sering dijadikan pembenaran untuk menerima risiko kerja tanpa perlindungan, tanpa protes, bahkan tanpa rasa takut. Seolah-olah luka, kelelahan ekstrem, atau bahkan kehilangan anggota tubuh adalah bagian dari “konsekuensi” yang harus diterima. 🚫 Normalisasi Risiko Bukan Solusi Risiko kerja memang nyata. Tapi bukan berarti kita harus pasrah. Loyalitas dan dedikasi kerja tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan diri sendiri. Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan kehilangan kesehatan atau anggota badan. 🔷 Ubah Pola Pikir: Dari Pasrah ke Peduli Loyalitas bukan berarti diam saat prosedur keselamatan diabaikan. Dedikasi bukan berarti memaksakan diri saat tubuh sudah lelah. Profesionalisme bukan berarti menormalisasi bahaya. Kita bisa tetap...
Blog ini adalah ruang tulisan Tomo.U — dari fiksi ringan, refleksi harian, sampai catatan keselamatan kerja dalam bahasa yang akrab. Santai dibaca, tapi semoga bermakna.